Review: Skin&Lab Bio Activating Essence

Review: Skin&Lab Bio Activating Essence

Akhirnya setelah menunda berhari-hari karena kesibukan kantor yang tidak dapat ditebak, saya menyempatkan diri untuk memberikan review Skin&Lab Bio Activating Essence.

Snip20170312_1 1.08.45 AM

Ada cerita lucu (dan sekaligus miris) mengapa saya akhirnya memutuskan membeli Skin&Lab Bio Activating Essence, sewaktu weekend gateaway ke Singapura awal Februari 2017, saya menaruh Missha Time Revolution First Treatment Essence saya di tas kabin. Saat diperiksa bea cukai Bandara Changi, saya pun dengan sangat tersiksa harus melambaikan tangan kepada Missha Time Revolution First Treatment Essence saya yang masih terisi setengah botolnya! Dengan pandangan kasihan si petugas bea cukai bandara membuang Missha Time Revolution First Treatment Essence saya ke tempat sampah 😭

Karena memerlukan booster dalam rangkaian skin care saya, saya pun memutuskan untuk membeli booster baru yang harganya lebih murah dari Missha Time Revolution First Treatment Essence. “Toh nanti saat awal bulan saya bisa beli Time Revolution First Treatment Essence lagi, hitung-hitung coba-coba booster baru lah,” pikir saya.

Akhirnya setelah melihat-lihat halaman Althea Indonesia, saya pun tertarik membeli Skin&Lab Bio Activating Essence. Karena jika membeli langsung dari Althe Indonesia pasti memakan waktu kurang lebih dua minggu, saya pun bergerilya mencari Skin&Lab Bio Activating Essence di Tokopedia. Dengan harga hampir dua kali lipat dari harga di Althea Indonesia, saya pun membeli Skin&Lab Bio Activating Essence dari salah satu toko online di Tokopedia.

Skin&Lab Bio Activating Essence itu apa?

Skin&Lab Bio Activating Essence merupakan essence atau booster yang menjanjikan nutrisi untuk kulit kita, regardless apapun masalah kulitnya. Produk ini mengusung formulasi Biomimetic Re-Celluid. Jika diperhatikan, kata Re-Celluid ditandai “TM” yang artinya trade mark. Dengan kata lain, re-Celluid itu sendiri merupakan sebuah merek dagang, simpelnya ada produk lain yang dimasukkan dalam campuran formula yang dibanggakan produk ini, sejauh ini saya sudah coba googling  apa produk Re-Celluid itu, tapi hasilnya masih nihil, jujur hal ini membuat saya sedikit kebingungan, produk dagang ini wujudnya seperti apa sebelum dicampur bahan lain menjadi Skin&Lab Bio Activating Essence? Sementara itu, Biomimetic menurut GCI Magazine:

A biomimetic molecule is a copy of a biological key that your body is normally producing to activate some responses. If your skin has lost the initial key for any reason—aging, stress and so on—the biomimetic molecule will replace the lost key and activate the right responses again.

Jadi intinya biomimetic itu adalah molekul yang mirip dengan molekul yang dihasilkan tubuh manusia untuk menghasilkan respon. Dalam hal ini, jika biomimetic ditujukan untuk kulit, maka molekul yang ditiru adalah molekul aktivasi respon kulit, baik untuk mengembalikan kekenyalan kulit, meratakan warna kulit, atau mengembalikan kekencangan kulit (biasanya berkaitan dengan kulit kendur akibat penuaan).

Arti biomimetic re-celluid sepertinya disederhanakan demi kepentingan promosi oleh Skin&Lab, tapi jangan khawatir, artinya masih serupa dengan definisi beberapa literatur yang saya baca. Karena Skin&Lab tidak memiliki website versi Bahasa Inggris, saya terpaksa mengambil materi promosi terjemahannya dari website Althea Indonesia.

bio_essence_en
Sumber: Althea Indonesia

Kemasan, Teksture, Aroma, Warna

Skin&Lab Bio Activating Essence ini dikemas dalam botol 150 ml, botolnya terbuat dari kaca dengan warna frosty white. Dari kemasannya tidak ada yang istimewa dibandingkan booster lainnya. Kemasannya sangat mirip dengan botol SK-II FTE Pitera. Perbedaannya adalah, terdapat garis-garis  petunjuk banyaknya penggunaan.

Jika dilihat dari gambar di atas, katanya sih kita harus menggunakan Skin&Lab Bio Activating Essence sebanyak satu garis untuk satu hari. Satu garis itu maksudnya apa sih?

blackmascarablog.wordpress.com

Lihat garis-garis pada botol di gambar? Menggunakannya segaris tanda artinya menggunakan cairan di antara satu garis di atas dan satu garis di bawah (cairan di antara dua garis).

Jujur saja saya tidak memakainya sepatuh instruksinya. Seperti dapat dilihat di gambar di atas, dalam kurun waktu sejak awal Februari sampai akhir Februari (kira-kira 20 hari), saya tidak menggunakannya sampai cairannya sampai di garis “week 2” atau garis yang menandai penggunaan di minggu kedua.

Kenapa sih saya tidak memakainya sebanyak petunjuk bawaan produknya? Sebab tekstur booster ini berbeda dengan SK-II Facial Treatment Essence Pitera, atau Missha Time Revolution First Treatment Essence, atau essence dari Secret Key yang teksturnya seperti air mineral namun memiliki aroma.

Tekstur Skin&Lab Bio Activating Essence lebih kental, meskipun tidak sekental gel atau suspensi namun setelah di-tap ke wajah rasanya akan jadi seperti air biasa. Warnanya tidak bening tetapi agak putih susu, tapi tidak seputih krim. Jika kamu pernah menggunakan Laneige Essential Power Skin Refiner Moisture, maka tekstur Skin&Lab Bio Activating Essence ini lebih cair dari Laneige Essential Power Skin Refiner Moisture, namun tidak secair air.

Perbandingan nyatanya mungkin dapat dilihat pada gambar gif di bawah ini (gambar gif tidak saya percepat atau perlambat, pengubahan video ke gambar gif hanya dimaksudkan untuk kepraktisan supaya tidak repot klik dan tunggu videonya selesai buffering  😊 )

giphy (1)
Skin&Lab Bio Activating Essence
giphy (2)
Laneige Skin Refiner Moisture

Skin&Lab Bio Activating Essence ini masih memiliki aroma, meski samar-samar saja, tidak seperti produk skin care Korea lainnya yang rata-rata beraroma mawar atau bunga yang cukup kuat. Untuk kalian yang sensitif terhadap perfumed product, mungkin perlu berhati-hati.

Untuk cara menggunakannya sih sama saja seperti essence Korea lainnya yang mengikuti prinsip “tap, not rub.” Dengan di-tap atau ditepuk-tepuk ke wajah, produk akan cepat menyerap, jika digosokkan saja, kemungkinan yang ada adalah produk akan terbuang di lapisan atas karena dengan menggosok kulit maka biasanya rambut halus di wajah yang tergesek-gesek terkena produk.

The Result?

Janji promosinya sih katanya kulit kita akan berubah dalam waktu 30 hari. Masalah kulit apapun bentuknya dapat diatasi plus wajah semakin cerah, sebab kandungan 93,1% biomimetic-nya mampu meniru molekul alami tubuh sehingga seolah-olah tubuh secara alami memperbaiki sel-selnya.

Setelah memakai 5 hari pertama, saya merasa wajah saya semakin kenyal, minyak di wajah berkurang. Karena saya belum memiliki garis-garis halus kerutan, saya tidak memperhatikan apakah Skin&Lab Bio Activating Essence ini benar-benar melawan penuaan dini. Sementara itu untuk efek memutihkan wajah, saya tidak merasakannya.

Sayangnya, saat saya kedatangan The Ordinary Buffet Serum, Skin&Lab Bio Activating Essence ini justru membuat timbul jerawat cystic di bagian dagu dan kening saya😭 . Saya menyadari hal ini setelah seminggu memakai perpaduan Skin&Lab Bio Activating Essence dan The Ordinary Buffet Serum. Saat pemakaian Skin&Lab Bio Activating Essence saya hentikan dan hanya memakai The Ordinary, justru rangkaian The Ordinary saya membuat wajah saya tidak berminyak, warna kulit merata, dan tentunya tidak jerawatan. Kemungkinannya salah satu di antara  Gluthatione, Ceramide-3, L-Theanine, Phospolipids, Niacinamide, atau Adenosine (kandungan utama produk ini) tidak cocok dengan campuran peptida dalam The Ordinary Buffet Serum.

Mungkin juga saat 5 hari pertama memang seluruh efeknya belum bereaksi penuh di wajah saya, namun setelahnya efek adenosine-nya yang tidak cocok ke wajah saya. Kesimpulan ini saya ambil setelah mendapati kenyataan serupa setelah pemakaian Bio-Essence peeling gel secara teratur sekali dua hari, justru saya jadi bruntusan jika dipakai sekali dua hari, kebetulannya adalah Bio-Essence peeling gel juga mengandung adenosine! Coincidence much? Mungkin adenosine memang tidak cocok dipakai beberapa kali dalam seminggu untuk kulit saya yang berminyak dan sensitif.

Saat saya coba teruskan  Skin&Lab Bio Activating Essence tanpa rangkaian The Ordinary saya selama 3 hari, ternyata jerawat cystic saya tidak juga kunjung kempes, justru bertambah 🙁 kesimpulannya memang saya tidak cocok memakai produk ini setiap hari, mungkin akan saya jadikan perawatan mingguan saja.

Verdict

Untuk melembapkan dan mengurangi minyak di wajah saya merekomendasikan Skin&Lab Bio Activating Essence ini. Dengan catatan, kamu tidak memiliki alergi atau reaksi tertentu dengan adenosine atau kandungan utama lain yang ada di dalam Skin&Lab Bio Activating Essence. Saya pikir untuk kulit kombinasi produk ini akan cocok sekali, karena efek melembapkannya sangat terasa tanpa membuat minyak bertambah. Untuk kulit kering juga sepertinya akan cocok karena property melembapkannya.

Untuk saya pribadi yang memiliki wajah berminyak, saya akan menggunakan produk ini sebagai perawatan mingguan di saat saya absen memakai rangkaian The Ordinary saya. Akankah  produk ini saya beli lagi saat kehabisan? Sepertinya saya lebih memilih ke Missha FTE saja.

Final Verdict untuk performa produk ini menurut saya: 3 out of 5 star.

So, apakah kamu akhirnya mempertimbangkan untuk membeli produk ini?

signature

 

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *